Wednesday, August 11, 2010

Bruxism


Pernahkan kalian melihat orang tidur sambil ngunyah ludahnya sendiri? Kebiasaan ini bagi sebagian orang  (terutama pasangan suami istri) bisa sangat menggangu, karena kebiasaan ini menimbulkan bunyi gemeretak yang dapat mengganggu tidur pasangannya. Mengerat waktu tidur atau bruxism merupakan suatu kebiasaan buruk yang tidak disadari oleh si penderita. Selain berdampak pada pasangan yang terganggu tidurnya, juga bisa berdampak pada si penderita sendiri. Berikut sedikit penjelasan tentang bruxism...!!!

Pada kasus bruxism, faktor penyebabnya, yang kadang-kadang disebut juga sebagai faktor trigger adalah sangkutan oklusi atau ketidakserasian oklusi (occlusal interference / occlusal disharmony). Namun, adanya faktor penyebab ini tidak akan mengakibatkan bruxism disertai adanya stress emosi sama sekali. Dengan demikian, bruxism dapat disebut juga sebagai kasus psikosomatis.

Akibat dari bruxism antara lain:
  1. Gigi aus / memendek. Gigi yang mengalami keausan dan pemendekan, biasanya berlanjut sampai ke pulpa. Akibatnya dapat timbul pulpitis, gangraen, sampai terjadi lesi periapikal.
  2. Gigi fraktur / retak. Trauma karena bruxism dapat menyebabkan retak / patah baik pada mahkota maupun pada akar gigi.
  3. Gigi goyang. Hal ini disebabkan adanya peradangan gusi dan jaringan periodontium yang selanjutnya menimbulkan kerusakan tulang alveolar.
  4. Sakit kepala. Kemungkinan disebabkan gangguan sirkulasi pada otot-otot kepala.
  5. Sakit pada otot kunyah. Seringkali seseorang yang menderita bruxism merasa lelah dan terasa terkunci sewaktu bangun tidur di pagi hari. Diperlukan waktu tertentu untuk dapat membuka mulut dan otot-otot pengunyahan perlu dipijat-pijat terlebih dahulu.
  6. Sakit pada sendi temporomandibula. Oklusi traumatic akibat bruxism dapat menyebabkan rasa tidak enak ataupun rasa sakit pada sendi temporomandibula.

Terapi bruxism dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

A. Terapi kesalahan oklusi. Pasien dibuatkan alat yang dinamakan night guard yang dipakai pada saat tidur (malam hari). Tujuannya ialah untuk mengurangi kebiasaan bruxism dan mengurangi overloading terhadap jaringan periodontium dan menghilangkan kegoyangan gigi.

B. Terapi penunjang.
  1. Psikoterapi yang bertujuan untuk menghilangkan ketegangan emosi.
  2. Otosugesti yang berarti memberikan keyakinan pada pasien. Misalkan sebelum tidur, pasien disuruh untuk mengucapkan dan mengulang-ulang kalimat berikut. Jika saya menggerinda gigi-gigi saya, saya akan bangun.
  3. Hipnotis, yaitu pengobatan yang dimaksudkan untuk pengendalian emosi.
  4. Relaksasi otot-otot pengunyahan.
  5. Pemberian obat-obatan seperti obat penenang, analgetik, dan sebagainya yang berguna untuk menenangkan / menghilangkan rasa sakit.


Gambar diambil dari sini.





No comments:

Post a Comment