Sunday, October 17, 2010

Kapan anak harus ke dokter gigi...???



Di beberapa daerah (mungkin kebanyakan daerah di Indonesia), kunjungan ke dokter gigi terutama pada anak2 masih belum dilakukan sebagai kegiatan rutin. Beberapa orang tua menghindar untuk membawa anaknya ke dokter gigi hanya untuk menghemat keuangan mereka. Padahal, perawatan preventif dini juga dapat dikatakan sebagai investasi kesehatan. Penelitian tahun 2004 menunjukkan bahwa anak2 yang melakukan kunjungan pertama sebelum usia 1 tahun memiliki beban biaya perawatan gigi dalam 5 tahun pertama yang lebih rendah 40%.

Selain itu, tanpa perawatan preventif, dampak kerusakan gigi pada perkembangan anak dapat memburuk. Efek kesehatan mulut yang buruk dapat terasa seumur hidup anak. 

Berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatric, seorang anak harus mengunjungi dokter gigi untuk pertama kalinya antara usia 1-3 tahun. Sedangkan American Academy of Pediatric Dentistry serta American Dental Association merekomendasikan bahwa seorang anak harus mengunjungi dokter gigi untuk pertama kalinya tidak lebih dari usia 12 bulan.

Peran orang tua sangat diperlukan di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak agar anak dapat memelihara kebersihan gigi dan mulutnya. Pengetahuan orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut juga sangat penting untuk membentuk perilaku yang mendukung kebersihan gigi dan mulut anak.



Gambar diambil dari sini.






Blog advertising

Monday, September 27, 2010

Permen Karet Dan Kesehatan Mulut

Beberapa artikel menyebutkan bahwa mengunyah permen karet dapat menyebabkan keriput, terutama di daerah sekitar mulut. Ada pula yang menyebubkan bahwa dengan mengunyah permen karet dapat melangsingkan tubuh, karena dapat mengurangi nyemil, mengurangi asupan kalori dan membakar kalori. Serta, mengunyah permen karet dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, terutama saat mengunyah permen karet dengan perut kosong.

Banyak manfaat dan kerugian dari permen karet. Tapi, apakah permen karet bermanfaat bagi kesehatan gigi mulut?

Beberapa studi menyebutkan bahwa dengan mengunyah permen karet bebas gula dapat mengurangi resiko terkena karies gigi. Waktu orang mengunyah permen karet akan menghasilkan air liur di mulutnya, yang dapat menetralkan asam dan mencegah pengeroposan gigi di atas 40%. Selain itu juga membantu pH (derajat keasaman) mulut yang sesuai.

Peningkatan produksi air liur dapat mengurangi endapan sisa makanan. Kerusakan gigi terutama disebabkan oleh banyaknya bakteri yang terakumulasi pada gigi, yang sering disebut plak (plaque) gigi. Pada plak terdapat bakteri-bakteri yang bersifat tahan terhadap asam (aciduric), yang menghasilkan senyawa yang bersifat asam (acidogenic). Bahan-bahan yang dikandung dalam minuman seperti teh dan kopi, juga asap rokok serta makanan menyebabkan penumpukan plak dan perubahan warna gigi. Bahan spesial yang terkandung dalam permen karet seperti enzim dan bikarbonat dapat membantu mencegah pembentukan bakteri dalam plak dan mempertahankan warna putih gigi.

Sekarang ini dianjurkan oleh beberapa dokter gigi untuk mengunyah permen karet dengan kandungan xylitol. Selain senyawa ini tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri, permen karet yang mengandung xylitol juga mampu menstimulasi ekskresi/pengeluaran air liur dalam mulut. Adanya aliran air liur juga membantu mengurangi endapan sisa makanan dan mengurangi populasi bakteri.

Tips dalam mengunyah permen karet ;
  1. Jangan mengunyah permen karet dalam keadaan perut kosong, karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.
  2. Jangan mengunyah permen karet terlalu lama. Tidak lebih dari 3-4 kali sehari dan tidak melampaui 30 menit.
  3. Bagi yang memiliki tambalan gigi amalgam, jangan mengunyah permen karet terlalu lama karena dapat merusak tambalan amalgam.
  4. Kunyahlah permen karet dengan kandungan xylitol, karena xylitol mempunyai rasa dan nilai sama dengan gula tapi tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri.


Dari berbagai sumber.
Gambar diambil dari sini.




Monday, August 23, 2010

Pencegahan HIV/AIDS Pada Praktek Dokter Gigi

Pada postingan sebelumnya, saya telah sampaikan bagaimana perawatan gigi dan mulut bisa menyebabkan dokter gigi ataupun pasien tertular infeksi HIV. Penularan bisa lewat dua arah, dokter ke pasien, atau pasien ke dokter. Tindakan pencegahan pada dasarnya meliputi lima komponen, yaitu;

1. Penjaringan pasien,
Dalam hal ini harus disadari bahwa tidak semua pasien dengan penyakit infeksi dapat terjaring dengan rekam medik sehingga system penjaringan pasien tidak menjamin sepenuhnya pencegahan penularan penyakit. Seorang dokter gigi harus menganut konsep Universal precaution yaitu memperlakukan semua pasien seolah-olah mereka terinfeksi HIV.

2. Perlindungan diri,
Perlindungan diri meliputi cuci tangan, pemakaian sarung tangan, cadar, kaca mata, dan mantel kerja. Prosedur cuci tangan dilakukan dengan sabun antiseptik di bawah air mengalir. Persyaratan yang harus dipenuhi sarung tangan adalah tidak mengiritasi tangan, tahan bocor, dan memberikan kepekaan yang tinggi bagi pemakainya. Cadar berfungsi untuk melindungi mukosa hidung dan kontaminasi percikan saliva dan darah pada mata karena conjunctiva mata merupakan salah satu port entry sebagian besar infeksi virus.

3. Dekontaminasi peralatan,
Dekontaminasi adalah suatu istilah umum yang meliputi segala metode pembersihan, desenfeksi dan sterilisasi yang bertujuan untuk menghilangkan pencemaran mikroorganisme yang melekat pada peralatan medis sedemikian rupa sehingga tidak berbahaya.

4. Desinfeksi permukaaan lingkaran kerja,
Setiap permukaan yang dijamah oleh tangan operator harus disterilkan (misalnya instrumen) atau desinfeksi (misalnya meja kerja, kaca pengaduk, tomboltombol atau pegangan laci dan lampu). Meja kerja, tombol-tombol, selang as[pirator, tabung, botol material dan pegangan lampu unit harus diulas dengan klorheksidin 0,5% dalam alcohol atau hipoklorit 1000 bagian perjuta (bpj) dari klorida yang tersedia, dalam setiap sesi atau setiap pergantian pasien. Piston harus dicuci dan debris dari pelastik penyaring dibersihkan setiap selesai satu pasien. Selang aspirator sebaiknya memakai yang sekali pakai. Bila ada noda darah, cairan tubuh atau nanah, permukaan harus didesinfeksidengan larutan hipoklorit yang mengandung 10.000 bjp dari klorida yang tersedia dan kemudian dibersihkan dengan lap sekali pakai. Larutan harus dibiarkan pada permukaan yang akan dibersihkan minimal selama tiga menit, kemudian larutan tersebut dilap, serta permukaan permukaan tersebut dibilas dan dikeringkan.

5. Penanganan limbah kllinik,
Yang dimaksud dengan limbah klinik adalah semua bahan yang menular atau kemungkinan besar menular atau zat-zat yang berbahaya yang berasal dari lingkungan kedokteran dan kedokteran gigi. Sampah ini dikumpulkan untuk dibakar, atau ditanam untuk jenis tertentiu. Limbah klinik seperti jarum dikumpulkan di dalam wadah plastik berwarna kuninguntuk dibakar dan jenis limbah tertentu dikumpulkan untuk ditanam. Sebaiknya jarum suntik disposible setelah dipakai langsung dibuang dalam wadah tanpa memasang kembali penutup jarum, hal ini untuk menghindari tertusuknya tangan oleh jarum tersebut.

Limbah darah, adalah yang paling potensial mengandung HIV, maka bila ada limbah darah misalnya kapas dengan darah, ekstraksi jaringan atau gigi jatuh ke lantai ambillah limbah tersebut dengan mengggunakan sarung tangan, dibersihkan dengan lap atau tissue kertas kemudian lap atau tissue dan daerah tumpahan dituangkan larutan hipoklorit 10.000 bpj. Setelah 10 menit atau lebih, bilas tempat tersebut dengan lap lain, dan lap serta tissue dapat dibuang sesuai dengan tempatnya.


Gambar diambil dari sini.


Friday, August 20, 2010

Dokter Gigi dan AIDS

Dalam bidang kesehatan masyarakat, para ahli senantiasa memusatkan perhatian pada masalah-masalah kesehatan yang menyangkut orang banyak. Di masa lampau wabah penyakit dan bencana alam silih berganti mengancam kehidupan umat manusia, namun berkat kemajuan ilmu kedokteran, dewasa ini banyak diantara wabah penyakit tersebut telah dapat dikendalikan.

Pada umumnya negara maju dapat menikmati taraf kesehatan rata-rata lebih baik, akan tetapi negara yang sedang berkembang masih berjuang untuk mendapatkan pemerataan kesehatan. Dalam suasana demikian ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ada satu jenis penyakit yang dapat berjangkit dengan cepat tanpa memandang bulu baik dinegara maju maupun dinegara sedang berkembang, yakni penyakit AIDS.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome, diterjemahkan secara bebas sebagai sekumpulan gejala penyakit yang menunjukkan kelemahan atau kerusakan yang didapat dari faktor luar dan bukan bawaan yang sejak lahir. Jadi, sebenarnya AIDS merupakan kumpulan gejala-gejala penyakit infeksi atau keganasan tertentu yang timbul sebagai akibat menurunnya daya tahan tubuh atau kekebalan penderita.

AIDS adalah merupakan penyakit yang fatal dan menular. Jalan utama untuk transmisi HIV adalah kontak seksual (homoseksual atau heteroseksual) transmisi jarum suntik dan alat kesehatan lain, transmisi perinatal (dari ibu ke anak dalam persalinan), transmisi darah dan produk darah serta transmisi dalam pelayanan kesehatan yaitu pada pekerja rumah sakit yang berkontak dengan darah atau cairan tubuh pasien dengan infeksi HIV.

Penularan melalui saliva sampai saat ini memang diragukan karena jumlah virus dalam saliva amat kecil sehingga tidak potensial untuk penularan. Hasil beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa sebenarnya saliva dapat menghambat virus HIV agar tidak menginfeksi limfosit manusia disamping fungsi saliva sendiri sebagai pelindung karena mengandung sejumlah protein saliva. Resiko penularan dalam tindakan kedokteran diperkirakan melalui saliva yang tercampur darah karena luka yang timbul dalam perawatan.

Prosedur perawatan yang berakibat terjadinya pendarahan adalah pencabutan gigi, pembedahan, perawatan periodontal, pembersihan karang gigi dan lain-lain. Pada dasarnya, instrumen yang menembus jaringan lunak atau yang akan menyebabkan pendarahan atau kontak dengan selaput lendir yang utuh seperti jarum suntik, jarum endodontik, tang ekstaksi merupakan instrumen yang tergolong beresiko tinggi.

Penularan tidak hanya dari pasien ke dokter gigi, namun juga dapat dari dokter gigi ke pasien. Untuk itulah, seorang dokter gigi harus senantiasa waspada dan berhati-hati dalam merawat pasien, agar dokter gigi dan pasien bisa aman dari penularan. Sampai sekarang upaya pencegahan kontaminasi atau penularan infeksi HIV pada praktek dokter gigi masih dilakukan seperti upaya pencegahan infeksi silang lainnya. Pada dasarnya tindakan pencegahan harus mencakup lima komponen penting yaitu; penjaringan pasien, perlindungan diri, dekontaminasi peralatan, desinfeksi permukaaan lingkaran kerja dan penanganan limbah kllinik.

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang kelima komponen tersebut, akan saya sampaikan pada postingan berikutnya.


Gambar diambil dari sini.



Monday, August 16, 2010

Partial Immediate Denture

Kehilangan dan kelainan posisi serta susunan pada gigi anterior terutama gigi anterior atas dapat mengganggu estetis dan penampilan wajah. Akibatnya seringkali pada kasus kehilangan gigi anterior yang disertai dengan gigi tetangga yang mengalami kelainan bentuk dibuatkan gigi tiruan sebagian konvensional yang estetisnya tidak baik karena susunan gigi yang tidak harmonis dengan gigi tetangga.

Faktor estetik merupakan faktor penting dalam pembuatan gigi tiruan karena akan mempengaruhi penampilan dan tingkat kepuasan pasien. Gigi tiruan secara estetik baik adalah gigi tiruan yang dapat meningkatkan penampilan, kecantikan, rasa percaya diri dan ciri-ciri alami pasien. Salah satu pilihan yang tepat untuk dapat perbaikan estetik dengan gigi tiruan adalah pembuatan gigi tiruan sebagian immediate karena gigi tiruan yang segera dipasangkan setelah pencabutan dan pasien tidak merasa ompong terutama pada gigi anterior karena pasien tidak mau kelihatan ompong yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada penampilan wajah.

Pemasangan gigi tiruan sebagian immediate juga dapat menghentikan perdarahan setelah pencabutan. Pemasangan gigi tiruan sebagian immediate tanpa sayap labial dapat dibantu dengan pemberian bahan haemostatic pada soket gigi, selanjutnya dilakukan relining pada gigi tiruan immediate atau daerah sekitar luka pencabutan, karena pemakaian gigi tiruan dalam selama kurang 3 bulan mengakibatkan gigi tiruan longgar.

Estetik berhubungan dengan komponen warna, bentuk, ukuran dan posisi gigi. Pemilihan elemen gigi tiruan sangat penting untuk mendapatkan estetik pada pembuatan gigi tiruan sebagian. Untuk memperoleh estetik yang optimal selama perawatan, pasien diikutsertakan dalam pemilihan macam gigi tiruan serta mencoba gigi tiruan untuk melihat keharmonisan gigi tiruan dengan bibir dan wajah.

Gambar diambil dari sini.

Note: 
  1. Gigi anterior = gigi depan
  2. Bahan haemostatic = bahan untuk menghentikan pendarahan setelah pencabutan
  3. Soket gigi = cekungan bekas pencabutan gigi
  4. Relining = pengurangan/penambahan bagian gigi tiruan agar kembali nyaman dipakai


Wednesday, August 11, 2010

Bruxism


Pernahkan kalian melihat orang tidur sambil ngunyah ludahnya sendiri? Kebiasaan ini bagi sebagian orang  (terutama pasangan suami istri) bisa sangat menggangu, karena kebiasaan ini menimbulkan bunyi gemeretak yang dapat mengganggu tidur pasangannya. Mengerat waktu tidur atau bruxism merupakan suatu kebiasaan buruk yang tidak disadari oleh si penderita. Selain berdampak pada pasangan yang terganggu tidurnya, juga bisa berdampak pada si penderita sendiri. Berikut sedikit penjelasan tentang bruxism...!!!

Pada kasus bruxism, faktor penyebabnya, yang kadang-kadang disebut juga sebagai faktor trigger adalah sangkutan oklusi atau ketidakserasian oklusi (occlusal interference / occlusal disharmony). Namun, adanya faktor penyebab ini tidak akan mengakibatkan bruxism disertai adanya stress emosi sama sekali. Dengan demikian, bruxism dapat disebut juga sebagai kasus psikosomatis.

Akibat dari bruxism antara lain:
  1. Gigi aus / memendek. Gigi yang mengalami keausan dan pemendekan, biasanya berlanjut sampai ke pulpa. Akibatnya dapat timbul pulpitis, gangraen, sampai terjadi lesi periapikal.
  2. Gigi fraktur / retak. Trauma karena bruxism dapat menyebabkan retak / patah baik pada mahkota maupun pada akar gigi.
  3. Gigi goyang. Hal ini disebabkan adanya peradangan gusi dan jaringan periodontium yang selanjutnya menimbulkan kerusakan tulang alveolar.
  4. Sakit kepala. Kemungkinan disebabkan gangguan sirkulasi pada otot-otot kepala.
  5. Sakit pada otot kunyah. Seringkali seseorang yang menderita bruxism merasa lelah dan terasa terkunci sewaktu bangun tidur di pagi hari. Diperlukan waktu tertentu untuk dapat membuka mulut dan otot-otot pengunyahan perlu dipijat-pijat terlebih dahulu.
  6. Sakit pada sendi temporomandibula. Oklusi traumatic akibat bruxism dapat menyebabkan rasa tidak enak ataupun rasa sakit pada sendi temporomandibula.

Terapi bruxism dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

A. Terapi kesalahan oklusi. Pasien dibuatkan alat yang dinamakan night guard yang dipakai pada saat tidur (malam hari). Tujuannya ialah untuk mengurangi kebiasaan bruxism dan mengurangi overloading terhadap jaringan periodontium dan menghilangkan kegoyangan gigi.

B. Terapi penunjang.
  1. Psikoterapi yang bertujuan untuk menghilangkan ketegangan emosi.
  2. Otosugesti yang berarti memberikan keyakinan pada pasien. Misalkan sebelum tidur, pasien disuruh untuk mengucapkan dan mengulang-ulang kalimat berikut. Jika saya menggerinda gigi-gigi saya, saya akan bangun.
  3. Hipnotis, yaitu pengobatan yang dimaksudkan untuk pengendalian emosi.
  4. Relaksasi otot-otot pengunyahan.
  5. Pemberian obat-obatan seperti obat penenang, analgetik, dan sebagainya yang berguna untuk menenangkan / menghilangkan rasa sakit.


Gambar diambil dari sini.





Sunday, July 25, 2010

ART (Atraumatic Restorative Treatment)

Masalah klasik yang dihadapi pemerintah Indonesia adalah penyebaran tenaga kesehatan gigi dan peralatan yang belum merata seperti penempatan tenaga kesehatan gigi di puskesmas yang tidak memiliki peralatan padahal ratio tenaga kesehatan gigi dan peralatan sudah memadai. Juga ada beberapa puskesmas yang belum ada saluran listrik, tetapi mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan gigi (dental unit).

Disamping itu, perilaku masyarakat terhadap kesehatan gigi masih belum mendukung, yang dapat dilihat dengan masih banyaknya permintaan pencabutan daripada penambalan.

Agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang optimal, yang mudah dilakukan oleh tenaga non-profesional dan tanpa disertai perlengkapan kedokteran gigi yang relative mahal, telah dikembangkan teknik baru dalam mengatasi masalah karies gigi yaitu penggunaan ART (Atraumatic Restorative Treatment).

Penumpatan dengan cara ART adalah suatu prosedur penumpatan sederhana yang dilakukan dengan mengexcavir lesi karies gigi dan hanya menggunakan hand-instrument dan memakai bahan tumpatan yang mempunyai sifat adhesive yaitu glass ionomer.

Teknik ART ini dipakai hanya untuk lesi karies satu permukaan. Pada karies dengan lesi yang meliputi 2 permukaan atau lebih, akan menghasilkan tumpatan yang tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, keberhasilan tumpatan ini tergantung pada ukuran atau luasnya kavitas dan keterampilan operatornya. 

Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan teknik ART ini adalah;
  1. Dapat dilakukan di daerah yang belum ada listrik ataupun di daerah yang sudah ada listrik tetapi belum mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan gigi.
  2. Biaya relative murah.
  3. Perlengkapan mudah dibawa-bawa.
  4. Tidak menimbulkan rasa takut, karena tidak ada suara mesin bur (terutama pada anak-anak).
  5. Tidak menimbulkan rasa sakit.
Untuk prosedur dari ART akan dibahas pada postingan selanjutnya. Terima kasih.




Wednesday, June 2, 2010

Karies gigi

Karies gigi merupakan hancurnya jaringan keras gigi yg dapat menyebabkan lubang pada gigi. Karies gigi dapat menyerang semua jenis umur dan semua jenis kelamin. Namun, prevalensi tertinggi terjadi pada anak2. Badan kesehatan dunia (WHO), sudah menitikberatkan pada penyakit periodontal, tidak lagi masalah karies gigi. Tapi, di Indonesia angka karies masih tinggi karena kesadaran masyarakat masih kurang tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Karies gigi ditandai dengan adanya bercak kehitaman pada permukaan gigi. Jika hal itu dibiarkan bercak dapat bertambah luas dan mengakibatkan gigi berlubang. Pada beberapa kasus, bercak pada permukaan gigi dapat terlihat kecil, namun jika dilihat dengan foto radiografi maka akan terlihat karies yg telah menyerang bagian dalam gigi.

Ada empat hal utama yg berpengaruh dalam proses terjadinya karies gigi; karbohidrat, permukaan gigi, bakteri, dan waktu. Karbohidrat(glukosa, fruktosa, sukrosa) yg kita makan akan menempel pada permukaan gigi. Karbohidrat ini akan difermentasikan oleh bakteri (streptokokus mutans) dalam rongga mulut dan menghasilkan asam. Jika hal ini dibiarkan, maka asam ini akan menyebabkan demineralisasi sehingga gigi menjadi rapuh dan akhirnya berlubang.

Karies gigi dapat berbahaya jika bakteri pada karies gigi masuk ke aliran darah kita dan akhirnya menuju jantung. Namun hal ini sangat jarang terjadi. Yg kita perlu perhatikan tentang karies adalah karies gigi yg menyerang anak2 / gigi sulung. Untuk seumuran anak2 mungkin terlihat sepele, karena anak2 jarang yg terlalu memperhatikan estetika. Dampak dari karies yg menyerang gigi sulung akan terlihat jelas saat ia mulai beranjak dewasa, saat gigi permanennya mulai tumbuh.

Karies pada gigi sulung dapat menyebabkan fungsi menelan, berbicara dan mempertahankan space menjadi terganggu. Hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi permanennya. Gejala yg dapat ditimbulkan karena terganggunya fungsi gigi sulung antara lain, maloklusi (gigi berdesakan), anak kesulitan dalam menyebutkan huruf tertentu, dan hilangnya rasa percaya diri anak saat ia sudah bertambah usia.

Jadi, cegahlah sedini mungkin…!!!!




 

Wednesday, May 26, 2010

Apa itu perawatan endodontik

 Postingan “Perawatan endodontik pada anak” telah menuai kritikan (mungkin lebih ke saran dan pertannyaan) dari seorang sahabat yg selalu setia mengikuti isi blogku (walaupun gak pernah sekalipun mengisi kotak komentar). Ia ingin dijelaskan tentang apa sih perawatan endodontik. Nah, tulisanku kali ini sedikit membahas tentang perawatan endodontik. Mudah2an bisa menjawab sedikit pertanyaan sahabatku itu.

Perawatan endodontik adalah perawatan yg melibatkan saluran akar gigi. Perawatan ini bertujuan untuk menyelamatkan gigi dari tindakan pencabutan sehingga gigi dapat dipertahankan lebih lama berada dalam rongga mulut, sehingga fungsi estetik, pengunyahan, bicara dapat dipertahankan. Perawatan endodontik selain untuk orang dewasa juga bisa dilakukan pada gigi sulung anak2. Pada anak2, perawatan endodontik selain untuk fungsi diatas, juga berfungsi untuk mempertahankan lengkung geligi, mencegah gigi sulung tanggal sebelum waktunya sehingga pertumbuhan gigi permanen nantinya dapat sempurna.

Perawatan endodontik dilakukan pada saat jaringan pulpa yg terdapat pada saluran akar mengalami infeksi. Infeksi bisa terjadi karena karies yg dalam dan sudah menembus ruang pulpa, trauma, dan kesalahan pada saat melakukan prosedur perawatan gigi. Bila infeksi ini dibiarkan, dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, dan dapat menyebabkan terjadinya abses. Dan yg lebih berhaya lagi, bakteri yg terdapat pada pulpa gigi dapat menyebar ke aliran darah dan akhirnya menuju jantung.

Dengan perawatan endodontik, jaringan pulpa yg mengalami infeksi akan dihilangkan, dan akan diisi dengan bahan pengisi saluran akar yg bersifat biokompatibel. Setelah saluran akar telah diisi dengan bahan pengisi, maka dilanjutkan dengan prosedur restorasi atau pembuatan mahkota gigi yg telah rusak, sehingga gigi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Gejala yg mungkin timbul jika pulpa telah terinfeksi antara lain, rasa sakit pada gigi berlubang, rasa sakit pada gigi yg terjadi secara tiba2, adanya warna kehitaman pada gigi yg mengalami trauma, dan gigi menjadi sensitive terhadap perubahan temperature.

Jenis perawatan endodontik yg dapat dilakukan adalah:
• Pulp capping indirect
• Pulp capping direct
• Pulpotomi
• Pulpektomi disertai pengisian saluran akar
• Apeksifikasi

Untuk lebih jelasnya tentang perawatan apa yg terbaik bagi keadaan gigi anda, alahkah baiknya anda menghubungi dokter gigi. Dokter gigi akan memberitahukan prosedur atau perawatan yg tepat, serta komplikasi yg mungkin terjadi saat perawatan ini dilakukan.



Wednesday, May 19, 2010

Perawatan Endodontik Pada Anak

Perawatan endodontic pada anak sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan gigi sulung sebelum waktunya tanggal. Hal ini untuk mempertahankan ruang pada rahang yg nantinya akan ditempati oleh gigi permanen. 

Tujuan dari perawatan ini antara lain adalah:

• Mempertahankan gigi sulung tetap di rahang sebelum waktunya tanggal
• Mencegah tanggal premature
• Mempertahankan lengkung geligi
• Menghilangkan infeksi dan radang kronis

Gejala yg mungkin mengindikasikan perlunya perawatan endodontic antara lain:
• Rasa sakit pada siang atau malam hari tanpa alasan yg jelas
• Gigi yg sensitive terhadap perubahan temperature
• Gigi sensitive dengan pulpa yg terbuka

Gigi sulung dibutuhkan untuk mengunyah dan berbicara, serta untuk menjaga space untuk gigi permanen yg akan menempatinya. Jika anak kehilangan gigi sulung terlalu cepat, gigi sebelahnya dapat menempati ruangnya, menahan gigi permanen untuk tumbuh, atau menyebabkan gigi permanen tumbuh miring. Dengan mempertahankan gigi sulung, fungsi mengunyah, oklusi, fonetik/berbicara dan estetik tetap terjaga.

Jenis perawatan endodontic yg dapat dilakukan adalah:
• Pulp capping indirect
• Pulp capping direct
• Pulpotomi
• Pulpektomi disertai pengisian saluran akar
• Apeksifikasi

Jika gigi sulung sudah tidak dapat dipertahankan lagi maka metode pencabutan tidak dapat dihindarkan. Namun, jika pencabutan gigi sulung harus dilakukan maka diperlukan “space maintener” untuk menjaga ruang tempat gigi permanen nantinya akan tumbuh. Untuk mendapatkan metode perawatan yg sesuai, konsultasi kepada dokter gigi sangatlah diperlukan.




Monday, May 10, 2010

Oral Hygiene

Orang yg mempunyai oral hygiene yg baik berarti mempunyai rongga mulut yg sehat. Rongga mulut yg sehat mempunyai beberapa ciri, antara lain:
  • Gigi anda bersih dan bebas dari sisa makanan
  • Gusi berwarna pink/merah muda dan tidak sakit atau berdarah saat menyikat gigi atau saat menggunakan benang gigi
  • Tidak memiliki masalah dengan bau mulut
Perawatan setiap hari, seperti menyikat gigi dan menggunakan dental floss akan membantu anda untuk menjaga rongga mulut anda tetap sehat dan menghentikan masalah rongga mulut semakin berkembang. Ada beberapa langkah yg dapat kita lakukan untuk mengurangi resiko dari masalah rongga mulut seperti karies, penyakit jaringan lunak dan masalah gigi lainnya, antara lain:
  • Menyikat gigi dengan baik dua kali sehari dan menggunakan dental floss
  • Mengkonsumsi makanan seimbang dan mengurang camilan selama menunggu makan
  • Menggunakan pasta gigi yg mengandung fluoride
  • Menggunakan obat kumur jika dokter gigi anda menyarankannya
  • Jika didaerah anda air minum tidak mengandung fluoride, disarankan mengkonsumsi suplemen yg mengandung fluoride
Kunjungi dokter gigi anda, jika gusi anda sakit dan berdarah ketika menyikat gigi atau menggunakan benang gigi, atau anda mempunyai pengalaman buruk mengenai bau mulut. Kondisi tersebut mengindikasikan ada sebuah masalah dengan rongga mulut anda. Dokter gigi anda dapat membantu anda untuk menjaga mulut anda tetap sehat dan dapat membantu menunjukkan area di rongga mulut yg membutuhkan perhatian lebih saat anda menyikat gigi dan saat menggunakan benang gigi.

Sumber: www.colgate.com , What is Good Oral Hygiene?

Gambar diambil dari sini.

Sunday, May 2, 2010

Restorasi Sandwich

Beberapa bahan tumpatan/tambal yang sampai sekarang masih dipercaya memiliki nilai estetik yang memuaskan diantaranya adalah GIC (glass ionomer cement) dan resin komposit. Namun, masing2 bahan tersebut memiliki beberapa kekurangan, sehingga masih belum bisa dikatakan bahan tumpatan yang ideal.
Semen glass ionomer memungkinkan adhesi/perlekatan secara fisiko – kimia pada email dan dentin. Sifat adhesi antara semen glass ionomer dengan jaringan gigi dapat mengurangi kobocoran tepi. Semen glass ionomer juga melepaskan flour yang memungkinkan untuk mencegah terjadinya sekunder karies. Semen glass ionomer memiliki beberapa kekurangan yaitu tidak dapat menerima tekanan kunyah yang besar, mudah abrasi, erosi dan dari segi estetiknya tidak sempurna karena translusensinya lebih rendah dari resin komposit.

Resin komposit merupakan salah satu bahan tumpatan yang memiliki nilai estetik yang memuaskan. Warna tumpatan resin komposit ini sangat baik sehingga untuk segi estetik sangat memuaskan. Resin komposit selain memiliki nilai estetis yang sangat memuaskan juga dapat menerima tekanan kunyah yang besar, sehingga baik juga untuk tumpatan gigi posterior/belakang. Resin komposit juga mempunyai kekurangan yaitu bila tidak ada sisa email yang mendukung maka potensi untuk terjadi kebocoran tepi sangat besar.

Melihat keadaan tadi, dimana semen glass ionomer memiliki kebaikan yang sangat menguntungkan seperti daya adhesinya yang sangat baik serta kebaikan dari resin komposit yang memiliki estetik yang memuaskan, dikembangkanlah modifikasi desain tumpatan yang menggunakan semen glass ionomer sebagai basis untuk menutupi tepi kavitas dentin yang terbuka, dengan resin komposit sebagai tumpatannya. Teknik ini dikenal dengan nama “restorasi sandwich”.

Semen glass ionomer memungkinkan untuk menutupi kekurangan dari resin komposit yaitu dari sifat adhesi fisiko-kimia pada email dan dentin. Sifat adhesi antara semen glass ionomer dengan jaringan gigi dapat mengurangi kebocoran tepi. Sedangkan fungsi estetik dan pengunyahan yang merupakan kekurangan dari semen glass ionomer, kita dapatkan dari bahan resin komposit sebagai tumpatan karena resin komposit memiliki translusensi yang lebih tinggi dibandingkan semen glass ionomer dan lebih tahan terhadap tekanan kunyah.


Sumber; Hilda Suherman, “Restorasi sandwich”.

Gambar diambil dari sini. Nyari gambar tentang restorasi sandwich gak dapet.


Sunday, April 18, 2010

Sikat gigi Manual dan Listrik

Sekarang ini, kita tidak hanya mengenal sikat gigi manual, tapi juga sikat gigi listrik/elektrik. Perbedaan sikat gigi manual dengan sikat gigi listrik terletak pada gerakan mekanis bulu sikat dan ukuran pegangan yang berisi motor penggerak bulu sikat.

Beberapa tahun lalu, dilakukan penelitian yang melibatkan 60 karyawan sebuah SMK di Yogyakarta, digunakan sebagai sampel. Sampel dibagi secara acak menjadi 2 kelompok sama besar. Kelompok I dikenai perlakuan menyikat gigi dengan sikat gigi manual, dan kelompok II menyikat gigi dengan sikat gigi listrik.

Kesimpulan dari penelitaan tersebut adalah, disarankan bagi mereka yang memakai sikat gigi listrik supaya menyikat gigi jangan kurang dari 1 menit, dan bagi mereka yang memakai sikat gigi manual untuk menyikat gigi jangan kurang dari 2 menit untuk pemeliharaan kesehatan mulut.

Walaupun sikat gigi listrik menunjukkan daya pembersihan plak lebih baik dari sikat gigi manual, namun sikat gigi manual masih menjadi pilihan utama di beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu, Departemen Kesehatan RI menganjurkan agar memakai sikat gigi manual yang berbentuk lurus, pegangan sikat lurus segaris dengan kepala sikat, serta bulu-bulu sikat rata atau datar. Banyak para ahli yang menganjurkan untuk memilih sikat gigi berbentuk lurus.



Sumber; Sriyono, N. W. “Perbedaan Efektifitas Sikat Gigi Manual Dengan Sikat Gigi Listrik dan Lamanya Menyikat gigi dalam Pembersihan Plak”.

Gambar diambil dari sini.

Saturday, April 3, 2010

Vitamin C dan Rongga mulut


Kalian pernah mengalami yang namanya sariawan atau gusi berdarah? Hampir setiap orang pernah mengalami gejala tersebut. Gejala-gejala seperti sariawan dan gusi berdarah adalah gejala awal dari kekurangan vitamin C. Selain gejala diatas, kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan terlambatnya erupsi gigi dan gigi mudah tanggal karena lemahnya jaringan pendukung gigi.
Difiensi vitamin C menyebabkan terganggunya proses pembentukan kolagen yang dibutuhkan oleh jaringan ikat, tulang dan dentin (yang merupakan komponen utama gigi). Kekurangan kolagen dapat juga menyebabkan dinding pembuluh darah mudah pecah, dan terjadi perdarahan pada mukosa rongga mulut. Selain itu, dapat menyebabkan gigi rentan karies, mudah goyang. Kelainan pada gingival ini merupakan manifestasi klinis yang umum yang terjadi pada defisiensi vitamin C. 

Namun, pemberian vitamin C secara berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Pemberian vitamin C berlebihan secara oral dapat menyebabkan diare, gas dan gangguan perut. Bila diekskresikan melalui ginjal lebih dari 1 gram per hari dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C harus sesuai dengan anjuran dan kondisi tertentu seseorang. Kebutuhan harian vitamin C tergantung kepada umur, jenis kelamin dan kondisi tertentu seperti stress psikologik, perokok, fisik yang terluka, suhu yang tinggi dimana kebutuhan tubuh meningkat.

Menurut sebuah tim peneliti kesehatan pada National Institute of Health di USA telah melakukan penelitian untuk menentukan jumlah vitamin C untuk kesehatan. Para peneliti tersebut menetapkan bahwa RDA (Recommendied Daily Allowance) untuk vitamin C harus dinaikkan menjadi 200 mg perhari. Bila dikonsumsi pada dosis 500 mg, hanya diabsorbsi 70%, sisanya akan dikeluarkan melalui ginjal.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C para ahli menyarankan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang bervariasi.



Sumber; Yendriwati. “Kebutuhan Vitamin C dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Tubuh dan Rongga Mulut”

Gambar diambil dari sini



Blog advertising